Menuju Hiliriset Berdampak: IPPI Unesa Bekali Dosen Strategi Proposal Siap Industri
Direktorat Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah (IPPI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Coaching Clinic Proposal Penelitian Hiliriset: Sinergi dan Ajakan Industri sebagai tindak lanjut sosialisasi Program Hiliriset 2025. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Mike Yuliana, M.T., Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Surabaya, sebagai narasumber utama.
Coaching clinic yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Ruang Pelatihan PIBT Unesa, Lantai Ground Rektorat Unesa Kampus Lidah Wetan, bertujuan untuk memperkuat kualitas proposal hiliriset dosen agar lebih siap dinilai dan berdampak bagi industri. Dalam paparannya, Prof. Mike menekankan bahwa proposal hiliriset harus berangkat dari produk yang jelas, memiliki kebaruan (novelty), dan relevan dengan kebutuhan mitra industri, bukan sekadar riset konseptual.
Beberapa catatan penting yang disampaikan antara lain perlunya rekam jejak pengusul dalam pengembangan produk, termasuk bukti purwarupa atau prototipe yang telah diuji sebagai dasar meyakinkan reviewer. Selain itu, value proposition menjadi aspek krusial, yang mencakup perbandingan inovasi yang diusulkan dengan produk kompetitor. Proposal juga diharapkan menunjukkan kesiapan teknologi melalui roadmap yang dimulai dari TKT 6, dengan bukti produk telah diuji coba, misalnya dalam bentuk dokumentasi foto.
Prof. Mike juga menjelaskan perbedaan strategi pengajuan berdasarkan durasi pendanaan. Pengajuan satu tahun diarahkan pada tahap akhir menuju komersialisasi, sementara pengajuan tiga tahun perlu dilengkapi roadmap bertahap menuju TKT 7, 8, hingga 9. Dalam hal ini, milestone harus dijelaskan secara jelas, di mana milestone pertama menggambarkan perjalanan pengembangan hingga tahap awal, milestone kedua fokus pada pekerjaan yang akan dilakukan, dan milestone ketiga pada rencana lanjutan.
Aspek kolaborasi turut menjadi perhatian penting. Proposal wajib mencantumkan peran mitra industri, kesiapan laboratorium, serta keahlian pengusul yang relevan. Selain itu, pengusul disarankan menyusun working package (WP) atau diagram alir kegiatan, serta jadwal penelitian berbasis triwulan dalam satu tahun. Dari sisi referensi, Prof. Mike menekankan bahwa penilaian tidak berfokus pada gaya sitasi, melainkan pada rekam jejak publikasi pengusul, dengan jumlah referensi minimal 40 artikel, diutamakan berasal dari karya peneliti sendiri yang telah dipublikasikan.
Melalui coaching clinic ini, Direktorat IPPI berharap para dosen pengusul dapat menyusun proposal hiliriset yang lebih tajam, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan peluang pendanaan dan dampak nyata hasil riset Unesa.
Share It On: