Unesa Mantapkan Langkah Menuju 400 Besar Dunia, Genjot Riset dan Publikasi Berbasis SDGs
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan rapat kerja strategis di Surya Hotel, Pasuruan, Jumat (22/8/2025). Agenda ini difokuskan untuk menyatukan arah program dan strategi kampus dalam meningkatkan reputasi global, terutama melalui penguatan riset serta publikasi ilmiah.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Bambang Sigit Widodo, menegaskan rapat ini menjadi langkah krusial dalam menyelaraskan seluruh bidang di Unesa. Ia menargetkan Unesa mampu menembus peringkat 400 besar Times Higher Education Impact Rankings (THE-IR) pada 2026, naik signifikan dari posisi saat ini di kisaran 600-an.
“Kita tidak boleh terlena dengan capaian yang ada. Target kita adalah tumbuh lebih baik, lebih kuat, dan lebih berpengaruh di tingkat global,” ujarnya.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Unesa akan memfokuskan riset pada tiga hal utama:
-
Penelitian sains dan teknologi sesuai arahan Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto.
-
Riset berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
-
Penelitian yang meningkatkan sitasi dan reputasi akademik melalui publikasi di jurnal internasional bereputasi tinggi (Q1).
Bambang juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti peningkatan kualitas riset, reputasi akademik, serta perbaikan H-Index dosen dan peneliti. Untuk mengatasinya, Unesa telah menyusun matriks program strategis, di antaranya:
-
Peningkatan publikasi terindeks Scopus dengan pelaporan capaian secara berkala oleh masing-masing fakultas.
-
Penguatan International Research Network (IRN) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Institut Pendidikan dan Profesi Pendidik (IPPP).
-
Kolaborasi riset internasional bersama Direktorat Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (KUI).
-
Program peningkatan sitasi yang dikoordinasikan Bidang II, LPPM, IPPP, dan Subdirektorat Publikasi.
Unesa juga akan menyiapkan peneliti unggul yang didorong untuk menghasilkan publikasi di jurnal-jurnal bereputasi internasional Top Tier (Q1).
Share It On: